Kemampuan Berbahasa Pada Anak Sejak Usia Dini

Kemampuan Berbahasa Pada Anak Sejak Usia Dini

Kemampuan Berbahasa Pada Anak Sejak Usia Dini

Kemampuan berbahasa pada anak merupakan salah satu dari 6 aspek perkembangan anak usia dini melalui kemampuanan dalam berkomunikasi. Seorang anak pada dasarnya bisa berkomunikasi sejak ia berusia bayi melalui tangisan yang reflek pada saat ia merasakan sesuatu. Dalam setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya, kemampuan berbahasa pada seorang anakpun akan semakin berkembang. Memasuki usia batita, seorang anak mulai mengenal kosa kata yang semakin bertambah dari masa kemasa. Sedangkan pada usia balitanya, seorang anak sudah mulai bisa mengucapkan kalimat, hingga menceritakan sesuatu dalam jumlah kosa kata yang banyak dan kalimat yang panjang.

Hal tersebut merupakan tahap-tahap perkembangan dalam kemampuan berbahasa pada setiap anak baik disadari maupun tanpa disadari. Setiap anak pada umumnya akan mengalami kemajuan dalam kemampuan berbahasanya Dengan kemampuan yang berbeda-beda, cara berbicara maupun jumlah kosa kata yang dikuasainya juga tentu tidak akan sama. Namun, keterlambatan kemampuan dalam berbahasa yang dialami oleh seorang anak juga dapat terjadi akibat kurangnya rangsangan otak yang mampu menyampaikan berbagai informasi yang diterima pada waktu yang seharusnya. Untuk itu, agar kemampuan berbahasa pada anak dapat berkembang secara optimal, diperlukan berbagai stimulasi (rangsangan) yang bisa ibu dan ayah berikan terhadap anak sejak usia dini mereka.

6 aspek perkembangan anak usia dini yang termasuk pengembangan kemampuan berbahasa pada anak ini bertujuan agar anak dapat mengolah kata secara komprehensif, mengekspresikan kata-kata dalam melalui bahasa tubuhnya, dan mengerti setiap kata yang didengar dan diucapkan, sehingga ia mampu menyampaikan setiap informasi yang ia telah diterimanya terhadap orang-orang yang ada disekitarnya, termasuk teman-teman bermainnya.

Seorang anak dapat mencapai tujuan perkembangan kemampuan berbahasa melalui faktor-faktor pendukung lainnya seperti dengan cara mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Seorang anak di usia dini (balita) memiliki daya ingat kuat terhadap segala sesuatu yang ia dengarkan. Selain itu, anak-anak juga memerlukan kesempatan untuk berbicara dan didengarkan, sehingga mereka akan merasa dianggap penting. Setiap anak yang melihat rangkaian huruf pada sebuah media yang disediakan akan menimbulkan rasa ingin tahunya, sehingga secara tidak langsung kemampuan dalam berkomunikasinyapun akan semakin berkembang. Latiihan-latihan tersebut bisa anda terapkan untuk merangsang kemampuan berbahasa pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *